Saturday, May 12, 2018

Iya, kan?

Tidak ada larangan untuk berselancar mencari referensi wedding dress dan konsep pelaminan meski belum tau kapan di-pasti-kannya, kan?

Anak Kantoran

Memasuki bulan ke-4 menjadi anak kantoran.

Yoeh ku sudah bukan lagi mahasiswa! Alhamdulillah berhasil diwisuda di waktu yang tepat, meski kelulusannya melenceng sekitar 3 bulan dari target.

September 2017. Alhamdulillah dapat jadwal untuk ujian pendadaran dan bisa ngejar buat yudisium 2minggu setelahnya. Ujian tertunda satu bulan karena yaaah cukup menyebalkan kalo diingat-ingat. Ingin mesoh tapi teda bole. Ingin mara juga sekarang sudah tida berguna. Yang penting ya harus tetap bersyukur bisa ujian dan lulus.

Desember 2017. Meresmikan pergantian status dari mahasiswa menjadi pengangguran. Bagiku. Bagi beberapa teman sih ada yang langsung jadi pekerja. Selamat! Tidak terlalu memeriahkan wisuda meski keluarga lengkap, plus ada calon uga uhuk. Karena harus ngejar deadline kirim lowongan yang kemudia panggilannya tidak aku lanjutkan. Kayak kesel karena melewatkan banyak momen foto tapi yaudahlah gimana lagi. HA HA.

Januari 2018. Hari-hari menuju bertambahnya usia, dilewati dengan buka-buka info lowongan kerja yang sudah menjadi rutinitas sejak resmi melepas status mahasiswa. Iseng awalnya. Karena aku nggak ada pandangan jelas ingin kerja di mana. Yang aku jelas inginkan dan selalu aku gaungkan adalah, aku ingin jualan kaoskakiku semakin berjaya.

Setelah dinyatakan lulus, sebelum tali topi berpindah dari kiri ke kanan, setiap ada yang nanya, aku selalu jawab 'aku mau di rumah. jualan kaoskaki'. Ya, memang ingin menjadikan usaha jualan kaoskaki ini sebagai penghasilan utama. Namun, setelah melalui hari demi hari dengan pikiran-pikiran yang beraneka ragam, aku memutuskan untuk bekerja. Entah di mana, yang penting bekerja. Kenapa? Cari modal cuy! Hahahaha

Sempat ikut masa training di salah satu percetakan di Yogyakarta. Kemudian saat waktunya teken kontrak, aku mengundurkan diri karena keterima di kantor pemerintahan di Sleman. Tentang ini, aku bersyukur nggak kira-kira. Hadiah ulangtahun yang masyaAllah. Kenapa? Karena... fee, waktu, jarak, dan tupoksi. Itu ringkasannya.

Dan karena hal ini, beberapa orang bertanya-tanya, 'lho, kuliah broadcast kok kerjanya di kantoran?' wkwkwkwkwkwkwkwk yang kemudian hanya bisa kujawab, 'nggak nyari media'. Walaupun sebenarnya ingin. Walaupun sepertinya mampu. Tapi karena pertimbangan ini dan itu dan ini dan itu, akhirnya aku memutuskan untuk (sementara) tidak bekerja di media. Sementara hmmmm. Hahahaha.

Jelas aku nggak pengen gitu aja ngelepasin ilmu broadcast yang aku punya, meski nggak seberapa. Semoga suatu hari nanti, tetap bisa memanfaatkan ilmu yang dipunya. Dengan cara apapun.

Tuesday, January 2, 2018

2nd day of 2018

Second day of 2018.

Setelah dua tahun kemarin postingnya di tanggal 1, hari ini posting di tanggal 2.
Setelah 8 bulan meninggalkan blog ini karena banyak kegiatan yang tidak sempat diceritakan di sini. Simulasi, Skripsi, Tugas Akhir, Wisuda, dan kehadiran seseorang yang tidak terduga.

Sebulan lebih setelah postingan sebelum ini diterbitkan, unofficially, ada yang mengajak untuk yaaaa untuk menanggalkan masa lalu dan mengarungi masa depan bersama. Ha-Ha-Ha gitu banget bahasanya hehehehehe.

Aku putuskan menulis hari ini setelah buka profil twitter yang ternyata ada blogku tercantum di sana. Ya Allah bahkan aku lupa aku tulis blogku di twitter :"
Aku harus upgrade informasi di sini bahwa aku nggak lagi galauin dan kangenin si pengendara kunyit yang sebelumnya pernah aku tulis. No more!!!!! Yeah!!!!!
Dan aku nggak lagi jadi mahasiswa di Manarita MMTC. We're done.
Dan saat aku menulis ini, aku sedang mendengarkan salah satu radio di Jogja yang besok ini aku akan tes di sana. Mohon doanya guys..... bahkan aku nggak yakin akan ada yang baca blog ini

Saturday, April 1, 2017

Sepi.



It's hard to life with no friends.

Ini hari ketiga aku di rumah. Glundang glundung menghabiskan waktu dengan amat sia-sia. Keproduktifanku hanya ngefoto kaoskaki yang mau dibuat promo, itupun dengan paksaan aksi yang teramat sangat. Iya aku bilang hanya, karena ada yang lebih penting yang seharusnya aku lakukan. Bikin presentasi dan belajar buat ujian proposal yang belum tau kapan. Masukin form untuk surat liputan ke adm yang tertunda dua hari karena kemageran yang luar biasa. Serta, aku pikir kekesalan atas rindu juga bisa jadi salah satu faktornya.

Kamu yang saat ini seusia denganku, tengah berjuang melewati semester-semester ‘sulit’ sepertiku, dan para penjelajah sosial media, pasti pernah baca artikel atau sekedar kutipan singkat dari status orang mengenai ‘semakin tua dirimu, semakin sedikit temanmu’. Entah apapun itu alasannya, maka seperti itulah yang akan kamu rasakan.

Ini aku sekarang. 1 April 2017, 13:18 WIB menurut jam laptop yang sedang kugunakan untuk mengetik postingan ini.

Mungkin ada lebih dari 10 grup di whatsapp dan line ku. Ada ratusan kontak di setiap chat app dan kontak biasa. Ada ratusan juga following di setiap sosial mediaku. Tapi, sekarang aku sendiri di sini.
Hapeku nggak sesepi itu. Ada satu dua yang chat. Ada grup yang rame. Ada mereka di sana. Temen-temenku yang megang hape juga buat bales chat-chat itu. Tapi mereka di sana. Jauh. Sayangnya, nggak bisa ngobatin rasa sedih sepi kayak gini.

It’s hard.
Ketika kamu butuh cerita tapi nggak tau sama siapa.
Ketika butuh ngobrol apapun itu tapi nggak tau sama siapa.
Ketika cuma butuh duduk barengan meski diem-dieman, tapi pada sibuk.
Ketika cuma butuh ketemu orang lain biar nggak ngerasa sendiri, tapi nggak tau gimana.
It’s hard.
Apalagi kalo udah kangen pengen ketemu tapi nggak bisa.

Baik-baik, guys.

Friday, March 24, 2017

Tentang Kangen

Dari Ari aku belajar
Kangen itu nggak harus diungkapkan. Bertanya-tanya dalam diri. Pas waktunya ketemu, nikmati.

Dari Suri aku belajar
Kadang kangen itu cukup dinikmati aja. Nggak perlu diobati. Karena, bisa jadi obat yang kamu rasa paling manjur, malah akan menghancurkan kangen itu sendiri.

Dari Galih aku belajar
Perkara kangen nggak harus selalu dituruti. Karena kamu harus bisa mengalahkannya untuk suatu hal yang lebih penting.

24 Maret 2017
Kangen dan Tugas Akhir

Sunday, March 5, 2017

Kangen dan Tugas Akhir

Semalem saya cek tweet di twitter saya. Parah isinya tweet kangen semua.
Ada yang nyuruh saya ngomong kalo kangen. Saya udah berniat buat ngomong. Dari kemarin malah. Eh udah ngomong malah. Trus mau ngomong lagi.
Tapi, keramaian whatsapp saya petang ini, membuat saya kembali mengurungkan niat untuk bilang kangen.
Sementara ini,
saya mau mikir tugas akhir dulu lah daripada ngomong kangen. Siapa tau nanti ilang kangennya.

- tapi kayaknya nggak bisa ilang -

Sunday, January 1, 2017

Tahun Baru - Biasa Aja

Tahun baru biasa aja
Karena untuk berubah nggak perlu nunggu pergantian tahun

Kiki. 1 Januari 2017.
Yang kaget waktu kebangun jam 00.02. Kirain travo meledak, taunya kembang api Tahun Baru.

Selamat Tahun Baru! ***

Thursday, October 20, 2016

Kamis Manis

Semester 7 ini kuliah Senin sampe Kamis dan sampe setengah 12 (((aja))). Sebelum simulasi menyergap, mungkin akan tergabut gini. Dan selalu merasa Kamis itu adalah hari Jumat. Tapi meski bukan hari Jumat, Alhamdulillah hari ini berkah :))

Pagi ini pertama kalinya nganterin Raisha sekolah. Sumringah banget dianya. Lucunya, karena ini pertama kali aku nganter, tetep diikutin sama mbak mas. Sampe sekolahnya, Raisha kaget karena diikutin dan akhirnya dia maunya masuk ke sekolah dianter mamahnya ::)))))

Kuliah hari terakhir dalam seminggu ini harusnya ada dua makul. Dan makul kedua kosong. Berdua sama Rizka ngegabut di samping Gd C. Kemudian...

--- Sebelum aku nulis lagi kemarin, aku baca-bacain beberapa postingan terakhir. Ternyata, aku pernah cerita tentang-nya di sini. 10 bulan sejak terakhir aku sisipkan cerita-nya di postinganku. Pun tergoda untuk cerita lagi. 10 bulan, banyak cerita. Meski nggak banyak berubah. Belum jadi cerita kemarin aku tulis, Hari ini ada cerita baru. ---

Ngegabut sama Rizka di samping Gd C. Mau makan, belum laper. Mau main, kepagian. Yaudah.
Kemudian dia dateng. Iya, dia. Duduk di sebelah Rizka. Iya, di sebelah Rizka. Rizka duduk di atas, dan aku di bawah dan di sebelah Rizka. IYA! Entah kapan terakhir kali bisa duduk sedeket ini.

Ya bisa dibilang lama dia ada di sana. Sambil aku dan Rizka melakukan banyak hal. Tapi, nggak banyak ngobrol. Dari aku, dia, maupun Rizka. Meski baaanyaaaaakkkkk banget di otak ini yang pengen diomongin ke dia. Banyak. Banget. Ya, sesekali saling nimbrung.


Sampe aku laper. Pengen ini pengen itu. Blabla dia dateng bawa risol mayo. Aku Rizka minta tolong untuk ambilin lagi. Dan dia kasih risolnya untukku. Iya. Entah kapan terakhir kali... ah entahlah...

Ah.